Thursday, 9 July 2015

TIPS DETEKSI KERUSAKAN KAKI - KAKI MOBIL


Kerusakan jalan bisa berujung petaka bagi pemilik mobil. Pasalnya, kerja suspensi dan roda kian berat untuk meredam guncangan dari permukaan jalan yang tidak rata ini. Apalagi bila pengendara sedang apes alias tak mampu menghindar lubang jalan saat kecepatan cukup tinggi. Salah perlakuan, kerusakan kaki-kaki pun rentan terjadi.

Tidak ada salahnya bagi pemilik mobil untuk memeriksakan kondisi kaki-kaki kendaraan. Bersamaan dengan kerja pemerintah dalam menangani jalan rusak, Anda pun perlu mengembalikan performa kaki-kaki mobil seperti sediakala. Langkah termudah adalah membawa mobil Anda ke bengkel untuk melakukan wheel allignment. Dengan melakukan proses ini, maka deteksi kerusakan di kaki-kaki dapat dengan mudah ditemui.

Ban
Sebagai komponen pertama yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan, tentu ban wajib mendapat pemeriksaan awal. Perhatikan dinding dan permukaan ban terhadap kerusakan atau kemungkinan benjol akibat putusnya kontruksi kawat di dalam ban. Bila hal itu terjadi, tidak ada cara lain untuk segera mengantinya, lantaran putusnya kontruksi kawat di dalam ban sangat berbahaya bila tetap digunakan.

Bearing
Komponen berikutnya yang terkena imbas akibat entakan kuat saat menabrak lubang jalan adalah bearing. “Cara mengenali masalah ini bisa dengan mendengarkan bunyi atau merasakan getaran pada ban depan mobil saat melaju di jalanan lurus,” ujar Sahlan Kuswara dari Laksana Bengkel.

Komponen ini adalah bantalan yang berada di roda. Fungsinya sangat vital bagi putaran roda dan kestabilan laju mobil. Selain mendeteksi dengan cara mendengar bunyi dan merasakan getaran, kerusakan bearing juga bisa dicek dengan memperhatikan putaran roda.

Cukup dongkrak satu per satu roda mobil, perhatikan apakah putaran roda terlihat halus atau bergetar tidak stabil. Bila bergetar dan ada bunyi gemuruh, sudah dipastikan bearing Anda bermasalah.
Bearing Arm
Sokbreker
Peredam yang satu ini rentan bocor saat mendapat impact kuat. Melemahnya ayunan suspensi saat melewati jalan rusak menjadi ciri termudah untuk mendeteksinya. Kian pasti bila Anda menemukan rembesan oli di bodi sokbreker mobil. Lagi-lagi Anda perlu mengeluarkan biaya ekstra bila komponen ini telah rusak. Pengendalian menjadi limbung menjadi konsekuensi mulai melemahnya atau rusaknya sokbreker mobil.

Ball Joint
Bantalan yang berperan untuk mengubah sudut roda akibat pergerakan suspensi atau lingkar kemudi juga rentan mengalami kerusakan. Apalagi bila mobil Anda menganut suspensi multi-link sehingga memerlukan ball joint cukup banyak. Ciri kerusakannnya dapat terdeteksi saat mobil melaju melewati marka jalan, bila arah mobil bergerak meski lingkar kemudi tidak di gerakan, ada kemungkinan ball-joint mulai rusak. Dalam kondisi cukup parah, suara genmeretak sangat mungkin terdengar.

Selain menggantinya, ball noint masih dapat diperbaiki dengan cara yang benar. Tidak sekadar melakukan press komponen belaka, namun material yang aus atau rusak di dalamnya turut diganti. Bahkan Bengkel Lili di bilangan Haji Nawi, Jakarta Selatan turut memberi garansi hingga 6 bulan.
Shockbreaker Tie rod end Long tie rod

Tie Rod End
Pun begitu dengan tie rod end. Komponen yang berperan untuk mengatur sudut roda dari lingkar kemudi rentan terhadap kerusakan. Paling ringan adalah berubahnya sudut roda depan bila sering melewati jalan rusak. Bila perawatan berkala memerlukan rentang 20.000 km atau setahun sekali untuk melakukan wheel alignment, sepertinya usai bencana ini, Anda perlu segera menyambanginya. Ciri kerusakannya mirip dengan ball joint. Begitu pula dengan solusinya.

Karet Bushing
Tak kalah penting ada karet bushing. gerakan suspensi yang terlampau sering dengan travel sokbreker maksimum akan membuat karet bushing turut bekerja optimal. Usia pakai karet yang membuatnya tidak terlampau lentur lagi akan semkin rentan rusak.

Bunyi 'kriet' menjadi deteksi awal kerusakan atau karet mulai pecah. Namun saat dalam kondisi basah, maka suara tersebut akan hilang. akurasi kemudi akan menurun drastis dan mobil terasa limbung meski wheel alignment telah dilakukan.

Sumber  autobild.co.id