Monday, 16 November 2015

REM BERMASALAH ONE WAY VALVE



"Bila pedal rem terasa keras, komponen yang paling dulu kita curigai biasanya booster rem. Bukan apa-apa, seperti sudah kami ulas pada edisi sebelumnya, dari namanya saja sudah jelas: booster rem memang berfungsi memperingan pijakan ke pedal rem.

Tapi, jangan super yakin dulu. Tak semua rem keras dipicu oleh kerusakan pada booster rem. Bisa saja booster rem normal dan baik-baik saja, namun pedal rem tidak terasa ringan. Salah satu kemungkinan adalah karena pemasangan one way valve yang keliru. Jangan sampai komponen yang biasa juga disebut dengan istilah `katup searah` ini terpasang terbalik.

Untuk memastikan apakah one way valve pada sistem rem kendaraan Anda sudah terpasang dengan benar, lakukan pengujian dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

    Hidupkan mesin.
    Pada saat mesin hidup, cabut selang vakum yang terdapat pada booster rem.
    Tutup lubang vakum tersebut. Apabila terasa ada hisapan, artinya pemasangan one way valve sudah benar. Tapi, apabila tidak terdapat hisapan, kemungkinan besar pemasangannya keliru.

Secara fisik, komponen ini terletak diantara booster rem dan mesin. Cara kerjanya mirip seperti pentil sepeda. Yaitu, hanya bisa mengalirkan sesuatu dari satu arah saja. Pada sistem pengereman, katup searah berfungsi agar kevakuman di booster rem dapat dihisap oleh mesin. Hisapan ini selanjutnya dibutuhkan untuk membantu menggerakkan sistem pengereman berikutnya.

Itu sebabnya, ketika terpasang terbalik, pedal rem akan terasa keras. Untuk mengatasinya cukup dengan memasang kembali dengan membalikkan arahnya. Perlu dicatat bahwa pada beberapa tipe kendaraan, ada yang menggunakan one way valve berbentuk huruf L. Untuk tipe seperti ini, kemungkinan salah pasang sebenarnya sangat kecil. Karena posisi arahnya sudah sangat jelas.

Nah, bila booster rem tak masalah, pemasangan one way valve juga sudah benar, tapi pedal rem tetap keras, kemungkinan lain adalah karena terjadinya kebocoran kevakuman. Untuk pembahasan yang satu ini,